Minggu pagi dalam kehangatan musim semi. Hari ini terasa berbeda udara pagi di Berlin tak seperti hari biasanya, suhu masih sama seperti hari yang lalu, hanya saja sedikit mendung dan berangin, rasanya tak karuan. Siang menjelang dan masih sama saja. Kini matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, jalanan masih ramai hilir mudik dengan kesibukannya, berjalan, bersepeda, dan masih banyak aktivitas mereka yang tak pernah kulihat sebelumnya di Jakarta. Aku,kau dan sejuta perasaan tentang malam terakhir di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta tempat dimana kita memutuskan untuk pergi bersama, belajar ke negeri orang bermodal tekad, kini tak ada lagi masalah dalam diri kita, sejak aku memutuskan tak ada lagi dia dalam hidupku dan memilih kau sebagai teman sekaligus seseorang yang teramat berarti. entah apa yang membuat perasaan ini mudah berubah, apalagi setelah dia tak lagi menyimpan sebongkah hati yang tersimpan dan memutuskan untuk membuang semua yang telah berlalu ketepian samudera yang luas.Hidup terkadang penuh dengan intrik dan balutan diksi yang penuh dengan masalah, dan kembang-kempis asmara atau sedikit luka.